Assagaff apresiasi program HIPMI ”1 desa 1 pengusaha”

10 February 2018

Dilantiknya Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Maluku, diharapkan bukan saja merealisasikan program 1 desa 1 pengusaha, namun juga membantu mendorong meningkatnya perekonomian.

Hal ini ditegaskan Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff, saat menghadiri acara pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BPD HIPMI Provinsi Maluku, di Ambon, Jumat (9/2).

Menurutnya, sebagai wadah berhimpunnya para pengusaha muda ini, BPD HIPMI Maluku dihimbau untuk berkerjasama dengan Pemprov Maluku, guna mendorong peningkatan perekonomian di daerah ini.

”Pelantikan dan Rakerda BPD HIPMI Maluku serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk Program Satu Desa Satu Pengusaha yang dilaksanakan HIPMI, merupakan terobosan pertama yang menjadi satu langkah inovasi baru, guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Guna mendorong peningkatan perekonomian pada suatu daerah, tegasnya, maka ada dua hal yang harus menjadi fokus perhatian, yakni investasi dan ekspor.

”Karena itu, diharapkan dengan keberadaan Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Maluku, dapat dibangun kerjasama antara pengusaha besar yang ada di luar Maluku dengan pengusaha di Maluku, untuk bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah ini,” jelasnya.

Kesempatyan yang sama, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Bahlil Lahadalia, menegaskan tugas dan tanggung jawab anggota HIPMI untuk merubah pola pikir generasi muda menjadi pengusaha.

”Mengapa begitu? Karena sejak dulu menjadi pengusaha bagi pemuda kita, adalah pilihan terakhir. Mereka umumnya menjadikan Pegawan Negeri Sipil (PNS) sebagai prioritas utama memilih pekerjaan,” tegasnya.

Untuk itu, terangnya, HIPMI diharapkan bisa mengubah mindset anak muda untuk menjadi pengusaha, bukan hanya menjadi PNS atau ASN semata.

Begitupun HIPMI mampu melahirkan gagasan-gagasan lewat sikap enterprenuership dan leadership.

Dijelaskannya, sudah bukan rahasia lagi di Indonesia bahwa banyak pejabat negara serta konglomerat di tanah air yang merupakan kader HIPMI.

Dengan data yang ada, akunya, tersirat fakta bahwa HIPMI juga memiliki kontribusi bagi bangsa dan negara ini.

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), tambahnya, perkembangan jumlah pengusaha di Indonesia terus mengalami peningkatan, mulai dari 1% hingga menjadi 3,1%.

”Semua pejabat negara sampai daerah pastinya membutuhkan pengusaha. Karena tidak ada penguasa yang tidak membutuhkan pengusaha. Begitu pun sebaliknya. Makanya perlu disamakan visi bersama dengan pemerintah daerah. Itu perlu, guna bersama-sama membangun daerah ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.

Sumber : https://porostimur.com/assagaff-apresiasi-program-hipmi-1-desa-1-pengusaha/