Peringatan Ekspor tak Hanya untuk Mendag

4 February 2018

Peringatan Presiden Joko Widodo terkait kinerja ekspor nasional sebenarnya tidak hanya ditujukan untuk Menteri Perdagangan tetapi juga menteri lainnya. Hal ini dikatakan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia.

"Mendag tidak punya kewenangan penuh di wilayah produksi dan industri. Mendag hanya membantu kementerian lain dengan mengeluarkan kebijakan perdagangan yang pro ke industri dalam negeri," kata Bahlil Lahadalia dikutip dari Antara, Minggu, 4 Februari 2018.
Menurut dia, daya saing industri nasional pada saat ini sangat lemah, dan kondisi itu diperlemah oleh kurang kondusifnya iklim investasi yang disebabkan oleh ' carut-marut' regulasi di tingkat kementerian dan pemda. Padahal, lanjut Bahlil, Indonesia telah memiliki momentum untuk meningkatkan investasi langsungnya setelah mencapai status investment grade pada tahun lalu.

"Menteri-Menteri tidak ikut semangat paket deregulasi Bapak Presiden. Saya juga heran kenapa," ujarnya.

Ia berpendapat, moncernya kinerja ekspor beberapa negara tetangga di ASEAN, sebab negara-negara tersebut melakukan perbaikan iklim investasi secara sistematis dan terstruktur.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengingatkan kinerja Indonesia, yang masih kalah dengan negara sejumlah negara tetangga di ASEAN.Presiden menyebut ekspor Indonesia pada 2017, yang mencapai USD145 miliar, masih kalah dengan Thailand yang mencapai USD231 miliar, Malaysia USD184 miliar, dan Vietnam yang mencapai USD160 miliar.

Sebagaimana diwartakan, Kementerian Perdagangan berupaya meningkatkan kinerja ekspor pada 2018 dengan mengoptimalkan beberapa instrumen yang dimiliki pemerintah seperti peningkatan peran Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) dan Atase Perdagangan.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan penempatan ITPC dan Atase Perdagangan memiliki peranan yang penting khususnya dalam memetakan potensi pasar negara-negara tujuan ekspor baru. Pada 2017, terdapat dua ITPC yang direlokasi dan satu penempatan baru.

"Kita akan mendorong ekspor, dengan sekali lagi menempatkan posisi Atase Perdagangan dan ITPC sebagai ujung tombak. Kita harus melakukan evaluasi kembali atas penempatan perwakilan-perwakilan tersebut," kata Enggartiasto, dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2018 di Jakarta, Rabu, 31 Januari 2018 lalu.

Selain mengoptimalkan kinerja ITPC dan Atase Perdagangan, Enggartiasto berupaya menyelesaikan beberapa perjanjian kerja sama internasional, baik bilateral maupun multilateral. Salah satu perjanjian bilateral yang didorong penyelesaiannya adalah Kesepakatan Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA). Sementara untuk perjanjian kerja sama multilateral, Enggartiasto mendorong penyelesaian Kesepakatan Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Kawasan (RCEP).

Kementerian Perdagangan menargetkan peningkatan ekspor nonmigas pada 2018 berkisar pada angka lima hingga tujuh persen, dengan mengoptimalisasi penetrasi kinerja ekspor ke pasar-pasar nontradisional dan instrumen perdagangan lainnya.

Sumber : http://ekonomi.metrotvnews.com/mikro/8koJd6Ob-peringatan-ekspor-tak-hanya-untuk-mendag