Month: August 2020

HIPMI siap menjalin kerja sama dengan Garuda Indonesia

JAKARTA. Dalam masa pemulihan pandemi Covid-19, kecenderungan the new normal atau kondisi normal yang baru membuat beberapa industri dapat memberikan peluang usaha dengan melakukan kolaborasi, khususnya pada sektor ekonomi.

Seperti industri penerbangan, salah satunya yaitu Garuda Indonesia yang setelah merugi akibat pandemi Covid-19, maskapai penerbangan tersebut menyiapkan semua langkah optimalisasi bisnis era normal baru guna pemulihan kinerja untuk menghadapi era new normal.

 

Kunci utama menghadapi era normal baru adalah menjaga kesinambungan dan keberlangsungan bisnis setelah non-aktif dalam waktu yang sangat lama. Salah satu langkah paling utama adalah kolaborasi.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Mardani H. Maming mengatakan, dirinya yakin bahwa Garuda Indonesia sekarang luar biasa menghadapi permasalahan pandemi Covid-19 ini. Menurutnya, Garuda Indonesia bisa melewati permasalahannya dengan dukungan dan dibantu support para pengusaha semuanya.

“Saya sudah menyampaikan kepada Ketua Bidang Perhubungan dan BUMN BPP HIPMI apakah bisa pengurus HIPMI mendapatkan member untuk pembelian tiket pesawat Garuda Indonesia, misalnya mendapatkan harga khusus untuk anak-anak HIPMI. Sehingga, HIPMI mempunyai prestasi khusus untuk dalam member khususnya dalam pembelian tiket Garuda Indonesia,” ujar Maming, dalam keterangan resminya, Jakarta (8/7).

Jika bisa, kata Maming, bagaimana caranya HIPMI bisa bekerjasama dengan Garuda Indonesia. Dan hal ini khususnya menjadi babak baru industri penerbangan dan aviasi menjadi masukan bersama.

 

Di waktu yang sama, Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia Dony Oskaria mengatakan, standar-standar yang akan menjadi suatu peluang usaha dengan penerapan New Normal, tidak sulit untuk dilakukan, misalkan hanya menambah suatu bisnis proses seperti di Garuda Indonesia yang tidak sulit seperti menambah atau menempatkan hand sanitizer.

Hal tersebut mungkin semua industri bisa melakukan, tetapi sebaik pengusaha kembali lagi yang harus dilihat adalah bagaimana kemudian dalam situasi yang berubah secara drastis ini perusahaan tetap bisa eksis.

“Bagaimana kemudian mem-balance antara kebutuhan cashflow di dalam situasi seperti ini, di satu sisi adalah kita tetap harus me-maintance probability sebagai sebuah perusahaan untuk tetap bisa eksis ke depan. Tantangan ini yang paling berat dihadapi oleh Garuda Indonesia, di satu sisi bila dibayarkan bahwa structure cost daripada Garuda Indonesia itu umumnya adalah fixed cost tentu harus dibiayai dari pendapatan,” ungkap Dony.

Pihaknya pun harus tetap me-maintance posisi cashflow untuk tetap bisa menghidupi biaya-biaya yang tidak mungkin bisa dihindari dan harus tetap mempertahankannya. Mem-balance antara kebutuhan cashflow bahwa tidak ada cashflow perusahaan otomatis akan mati, di satu sisi adalah bagaimana tetap mendapatkan cashflow tersebut tetap pada posisi margin.

 

“Kalau kita menaikkan tarif, Indonesia juga mengenal ada regulasi tarif batas atas yang tidak mungkin kita bisa naikkan. Lalu, apa peluang bisnis yang bisa kita lakukan menghadapi situasi seperti ini, tentunya sebagai seorang pengusaha kita tentu sangat melihat setiap peluang yang ada,” katanya.

Misalkan, lanjut Dony, peluang untuk berbisnis di bidang cargo sangat luar biasa karena Indonesia menjadi tren terjadinya perubahan perilaku daripada konsumen yang tadinya mungkin lebih langsung direct membeli barang, sekarang lebih banyak juga melakukan dengan cara in-direct melalui online. Kemudian, dunia aviasi di Indonesia terjadi peningkatan yang luar biasa di industri cargo menjadi nomor satu di Indonesia.

Jadi, peluang bagi anggota HIPMI yang berbisnis cargo ini dapat dengan mudah bisa bekerjasama dengan Garuda Indonesia maupun Citilink Indonesia, ini suatu potensi yang sangat luar biasa tentunya. Selain itu, tentu saja travel digital dan di industri medical, Garuda Indonesia tentu siap bekerjasama dengan anggota HIPMI yang mengutamakan bisa mampu menyediakan alat-alat kesehatan seperti rapid test atau mengadakan rapid test di bandara.

 

Dony berharap, HIPMI sebagai masa depan Indonesia menjadi negara maju dengan terciptanya pengusaha di atas 10 persen di atas populasi. Indonesia membutuhkan pengusaha dan diharapkan HIPMI menjadi organisasi atau lembaga yang dapat membantu tidak hanya sekedar fasilitas.

“Kami juga siap kerjasama dan memberikan peluang kerjasama tidak hanya dengan tiket dan UMKM, tapi kami mengharapkan bisa dengan bidang usaha masing-masing. Kami memprioritaskan keberpihakan oleh pemerintah dalam rangka menambah jumlah pengusaha di Indonesia,” ujarnya.

Pengusaha Minta Dukungan Pemerintah Ciptakan Lapangan Kerja di Tengah Pandemi

Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) tengah intens melakukan komunikasi dengan Kepala Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo. Komunikasi bertujuan menciptakan lapangan pekerjaan baru untuk warga yang terimbas dampak pandemi Covid-19.

Ketua Umum BPP HIPMI Mardani H. Maming mengatakan, pihaknya dapat menjadi inisiator dengan menciptakan lapangan pekerjaan baru untuk warga yang terimbas dampak pandemi Covid-19. Menurutnya jenis usaha yang potensial dikembangkan masyarakat, seperti makanan dan minuman khas setempat.

“Kita jaga untuk meminimalisir PHK. Kita jaga ekosistem dunia usaha agar bisa hadapi pandemi Covid-19. Bersama Gugus Tugas insyallah kita bisa sinergi bersama,” ujar Maming di Jakarta, Senin (6/7).

Kemudian, mantan Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan itu meminta, para stakeholder ekonomi nasional baik pengusaha, buruh, pemerintah, dan UMKM untuk mengedepankan kepentingan nasional dalam mengambil keputusan dan bertindak. Selain itu, para stakeholder harus bekerja bersama untuk menciptakan kondisi dan solusi yang saling menguntungkan (win-win solution) ketimbang berselisih.

pemerintah juga diminta aktif

dalam mendukung pengusaha khususnya pengusaha muda. Yakni melalui stimulus ekonomi yang terencana, baik dari sisi perpajakan, kredit/cash flow, maupun keringanan beban operasional

“Bersama-sama kita semua bisa menghadapi situasi yang sangat tidak menentu ini. Kami berharap, pemerintah pusat dan daerah fokus mengatasi pandemi Covid-19 ini supaya cepat terkendali,” ucapnya.

Bangun Kemandirian Industri Baja Nasional, HIPMI dan Krakatau Steel Teken Kerja Sama

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Mardani H. Maming melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Silmy Karim dalam kolaborasi membangun kemandirian industri baja nasional.

Dalam kolaborasi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan HIPMI untuk memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan industri baja nasional tersebut, Ketua Umum BPP HIPMI Maming mengatakan, kerjasama ini dilakukan dalam rangka menguatkan sinergi antara BUMN dan swasta untuk memajukan industri baja nasional melalui pemanfaatan kompetensi, fasilitas, jasa dan produk yang dimiliki baik oleh HIPMI maupun Krakatau Steel.

“HIPMI sangat mengapresiasi Krakatau Steel khususnya Dirut PT Krakatau Steel Abang Silmy Karim yang juga senior HIPMI, yang berhasil membawa Krakatau Steel menjadi jauh lebih baik terlihat dari laporan keuangan semester satu yang profit dan usaha-usaha menekan efisiensi yang sudah dilakukan Krakatau Steel dalam satu tahun ke belakang. Ini merupakan terobosan Krakatau Steel setelah 8 tahun merugi,” ujar Maming, di Gedung Wisma Baja, Jakarta Selatan, Selasa (28/7).

Dalam sambutannya Maming menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dirut PT Krakatau Steel Silmy Karim atas kerjasamanya, yang telah berkolaborasi sebagai partner. HIPMI sangat menyambut baik dan siap mendukung atas kerjasama yang dilakukan.

 

“Kami HIPMI berterimakasih kepada Dirut PT Krakatau Steel Abang Silmy Karim dalam kerjasama ini. HIPMI bangga memiliki senior seperti Dirut KS, yang sudah benar-benar menunjukkan bahwa kader HIPMI bisa memberikan kontribusi dan performa positif sebagai profesional di BUMN. Banyak kader-kader HIPMI yang membuktikan itu, salah satunya Kepala BKPM, Menteri BUMN, dan juga Dirut KS,” ucapnya.

Ia berharap, dengan adanya kerjasama ini, pemerintah bisa memproteksi dan mendukung kemajuan industri baja nasional. Salah satunya dengan sinergi BUMN dan juga proyek-proyek pemerintah. Terutama untuk proyek-proyek infrastruktur di dalam negeri agar menggunakan produk baja yang dihasilkan manufaktur nasional.

Selain itu, Maming meyakini, dalam 5 hingga 10 tahun ke depan bahwa pemimpin bangsa Indonesia adalah anak muda dalam memasuki era bonus demografi yang penuh persaingan dan tentunya persiapan yang matang.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan bahwa pihaknya akan menciptakan sinergi yang harmonis dengan semua pihak untuk mendayagunakan potensi yang ada agar dapat memberikan kebaikan pada industri baja nasional.

“Krakatau Steel membuka kesempatan untuk pihak swasta khususnya pengusaha muda untuk bisa kolaborasi dengan Krakatau Steel sesuai dengan arahan Presiden dan Menteri BUMN,” jelas Silmy.

Selain kerjasama yang tertuang dalam penandatangan (MoU) antara HIPMI dan Krakatau Steel dalam membangun kemandirian industri baja untuk memajukan usaha kecil, menengah (UMKM) dan industri baja nasional, Krakatau Steel pun melakukan program hilirisasi yang sudah dimulai beberapa waktu lalu.

“Inovasi bisnis yang dilakukan Krakatau Steel dalam masa pandemi Covid-19 seperti memproduksi baja ringan merk KS juga merupakan suatu hal yang luar biasa. Krakatau Steel masuk ke hilirisasi produk tanpa mematikan pemain swasta, malah bekerjasama,” tuturnya.

Kemudian, Silmy menambahkan, dirinya sangat berbajagia, pernah menjadi bagian dari HIPMI. Ia mengaku, diberi banyak kesempatan dan dibina banyak orang saat bergabung di HIPMI.

“Ini hal yang baik, ini menjadi tantangan buat saya untuk mendorong rekan-rekan yang lebih muda untuk bisa menjadi pejuang-pejuang tangguh,” ungkap Hilmi.

“Dalam kesempatan ini, saya ucapkan terima kasih dengan adanya kolaborasi antara Krakatau Steel dan HIPMI ini saya merespon positif, semangat untuk bisa saling mensupport. Baik industri baja dan kebutuhan infrastruktur, serta kebutuhan-kebutuhan akan pembangunan industri ke depan, ” pungkasnya. [UMM]

HIPMI siap minimalisir PHK di tengah pandemi virus corona (Covid-19)

JAKARTA. Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) melakukan diskusi dengan Kepala Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo. Pertemuan tersebut membahas soal menciptakan lapangan pekerjaan baru untuk warga yang terimbas dampak pandemi Covid-19.

Ketua Umum BPP HIPMI Mardani H. Maming mengatakan, pihaknya dapat menjadi inisiator dengan menciptakan lapangan pekerjaan baru untuk warga yang terimbas dampak pandemi Covid-19. Menurutnya, jenis usaha yang masih dapat dikembangkan masyarakat, seperti makanan dan minuman khas setempat. Ini dapat dijadikan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat lokal.

“Kita jaga untuk meminimalisir PHK. Kita jaga eksosistem dunia usaha agar bisa hadapi pandemi Covid-19. Bersama Gugus Tugas insyallah kita bisa sinergi bersama,” ujar Maming, seperti keterangan tertulisnya, Senin (6/7).

Kemudian, mantan Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan itu menambahkan, para stakeholder ekonomi nasional baik pengusaha, buruh, pemerintah, dan UMKM diminta mengedepankan kepentingan nasional dalam mengambil keputusan dan bertindak. Sebaliknya, para stakeholder harus bekerja bersama untuk menciptakan kondisi dan solusi yang saling menguntungkan (win-win solution) ketimbang berselisih.

“Bersama-sama kita semua bisa menghadapi situasi yang sangat tidak menentu ini. Kami berharap, pemerintah pusat dan daerah fokus mengatasi pandemi Covid-19 ini supaya cepat terkendali. Tak lupa mendukung pengusaha khususnya pengusaha muda melalui stimulus ekonomi yang terbaik, baik dari sisi perpajakan, kredit/cash flow, maupun keringanan beban operasional,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Ketua Bidang Ketenagakerjaan, Vokasi, dan Kesehatan BPP HIPMI Sari Pramono mengatakan, untuk mencegah masyarakat terpapar Covid-19 dan terkapar PHK, BNPB dan HIPMI akan melakukan sosialisasi bersama agar seluruh pengusaha menaati protokol kesehatan dalam menjalankan kegiatan perekonomiannya.

“Kami dan BNPB terus mengadakan sosialisasi untuk protokoler kesehatan. Kita fokus adaptasi di era new normal. Insyallah ke depan kita akan mengadakan webinar bersama soal PHK yang bisa dihubungkan dengan pandemi Covid-19. Jadi, para pengusaha harus cerdas dan siap ,” ungkap Sari.

Menurut Sari, peran sumber daya manusia (SDM) sangat penting bagi perekonomian sebuah negara dan salah satu input penting bagi pembangunan industri yang berdaya saing. Pada 2030-2040, Indonesia akan mengalami bonus demografi dimana jumlah usia produktif mencapai 64 persen dari total penduduk 297 juta jiwa.

HIPMI dan MNC Group Jajaki Kerjasama Bisnis Digital Perkuat Ekosistem Milenial

JAKARTA – Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Mardani H. Maming dan jajaran beraudiensi dengan Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo. Pertemuan tersebut membahas peluang kerjasama ekosistem bisnis bagi anak muda Indonesia.

Hary Tanoe dan Maming sepakat, pelaku usaha tengah membutuhkan perhatian khusus untuk dapat mengembangkan bisnis, khususnya bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya dari media massa untuk mengawasi kebijakan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Kami dorong HIPMI bekerjasama dengan MNC Group membangun ekosistem entrepreneur, khususnya melalui bantuan media. Apalagi di HIPMI terdapat banyak pengusaha muda Indonesia yang terpukul karena wabah Covid-19. Kami dorong ekosistem dunia usaha yang baik, bisnis digital bisa disinergikan dan maksimalkan ke depan karena peluangnya sangat besar,” ujar Maming, dalam kunjungannya ke iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (1/7/2020).

Mantan Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan itu mengatakan, pelaku usaha yang tergabung di HIPMI akan menjadikan MNC Group sebagai model praktik bisnis. Dalam artian memiliki ekosistem usaha yang kompleks mulai dari hulu ke hilir. Hary Tanoe layak dijadikan contoh bagi seluruh pelaku usaha muda di Indonesia.

“Kami sudah diperlihatkan beliau mengenai profil perusahaan MNC Group, ini yang selalu kita pelajari di HIPMI, bagaimana berbisnis secara sempurna dari hulu hingga hilir. Pak Hary Tanoe menurut saya sangat cocok jadi benchmark untuk anak-anak muda yang ada di HIPMI, beliau patut kami jadikan contoh,” ucapnya.

Sementara itu, Hary Tanoesoedibdjo mengatakan, MNC Group sangat terbuka untuk rencana kerja sama dalam membangun kesempatan bisnis bagi pelaku usaha. Perusahaan dengan jaringan media terbesar itu siap membantu HIPMI dalam menyediakan wadah pengembangan, seperti pelatihan misalnya.

“Kami siap bantu dalam banyak hal, bisa lewat media yang kita punya, kemudian sebagai sarana untuk pelatihan misalnya, untuk magang. Saya pun secara pribadi karena juga suka mengajar dalam memberikan pelatihan, misalnya kepada anak muda ini,” ungkap Hary Tanoe.

Hary Tanoe menyebut, telah memberi usulan kepada pemerintah terkait penyediaan e-commerce khusus untuk produk-produk lokal. Hal tersebut juga dapat melibatkan para pelaku usaha di HIPMI. Dengan begitu, masa sulit saat ini bisa diubah menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

“Tentu pengusaha muda ini penting karena menentukan nasib bangsa yang sangat diharapkan. Bisa membangun ekonomi nasional. Karena mayoritas masyarakat kita adalah generasi muda, tentunya MNC menyambut baik HIPMI. Saya mengucapkan MNC terbuka lebar untuk bekerjasama dalam banyak hal,” paparnya.

Hadir dalam diskusi tersebut, yaitu Wakil Ketua Umum BPP HIPMI Anggawira, Sekretaris Jenderal BPP HIPMI Bagas Adhadirgha, Bendahara Umum BPP HIPMI Hilda Kusumadewi, Ketua Bidang Investasi, Infokom & Kerjasama Internasional Dede Indra Sudiro, Ketua Bidang Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Koperasi & UMKM Rano Wiharta, Ketua Hubungan Media Anthony Leong, dan Ketua Kompartemen Bidang Investasi, Infokom & Kerjasama Internasional, Yuliandre Darwis

Hipmi kolaborasi dengan Kemenpora lahirkan 5.000 pengusaha muda

JAKARTA. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bakal berkolaborasi mendorong pemberdayaan pemuda menjadi kreatif, inovatif, mandiri, dan berdaya saing serta menumbuhkan semangat kewirausahaan.

Hal tersebut guna meletakkan langkah-langkah kebijakan untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif nasional di tengah pandemi Covid-19.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi Mardani H. Maming mengatakan, untuk menumbuhkembangkan jiwa-jiwa entrepreneur muda tidaklah mudah, setidaknya ada beberapa tahapan yang harus dipersiapkan, yaitu membangun kesadaran yang tinggi agar muncul minat, setelah itu perlu untuk diberdayakan, dan setelah berdaya perlu terus dikembangkan.

“Dengan program prioritas Pak Menteri mencetak 5.000 pengusaha muda, Ketua Bidang Pendidikan, Riset, Sosial, Pemuda & Olahraga BPP HIPMI Harmen Saputra bisa menindaklanjuti Pak Menteri untuk melakukan audiensi, sehingga pengurus BPP dan BPD hadir bersama Menpora untuk melahirkan 5.000 pengusaha muda baru. Maka, program prioritas Menpora bisa cepat terlaksana bersama HIPMI menuju Indonesia emas dalam masa pandemi Covid-19 ini,” ujar Maming, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/7).

Menurut Mantan Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan itu, dengan adanya entrepreneur muda, ekonomi kreatif diharapkan juga dapat menjadi semacam acuan bagi para pelaku usaha industri ekonomi kreatif ke depan.

Untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur, perlu adanya sinergitas dari Kemenpora dengan terus berperan pada penumbuhan minat, fasilitasi, dan apresiasi bagi mereka yang sudah berwirausaha serta berhasil mengembangkan.

“Kita butuh entrepreneur muda, sebab industri atau ekonomi kreatif sangat strategis ke depan bagi pelaku industri dan perekonomian nasional. Saya berharap, dalam mencetak entrepreneur muda nantinya juga akan terlihat target dan gambaran pemerintah akan peran masyarakat, para talenta, dan pekerja kreatif, pemetaan industri kreatif yang unggulan di pasar domestik dan asing, serta peran wirausahawan nasional,” ucapnya.

Hal senada dengan Ketua Bidang Pendidikan, Riset, Sosial, Pemuda & Olahraga BPP HIPMI Harmen Saputra, sebagai wujud komitmennya dalam mendukung mencetak pengusaha muda baru di Indonesia, upaya bersama memajukan ekonomi kreatif sangatlah penting.

Mengingat besarnya kontribusi industri kreatif terhadap perekonomian nasional, baik dari sisi sumbangan terhadap pendapatan nasional maupun serapan terhadap tenaga kerja.

“Yang kita ketahui selama ini, pemerintah fokus kepada bagaimana menciptakan pekerjaan dalam dunia kewirausahaan. Untuk itu, kami berkoordinasi kepada Ketua Umum BPP HIPMI bagaimana pengembangan jumlah tenaga kerja dan menginisiasi terciptanya Indonesian Entrepreneurship Camp. Ini harapan kita yang konkrit, ada koordinasi antara HIPMI dan Kemenpora sebagai pelaku kebijakan,” ungkap Harmen.

Di waktu yang sama, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali memaparkan lima program prioritas Kemenpora 2020-2024. Dari lima program tersebut, salah satu sebagaimana program prioritas Kemenpora yaitu memberdayakan pemuda kreatif, inovatif, mandiri, dan berdaya saing, serta menumbuhkan semangat kewirausahaan, perlu dipersiapkan dengan diawali membangun kesadaran tinggi di kalangan pemuda.

“Dalam melahirkan entrepreneurship, pemerintah dan Hipmi memiliki tanggung jawab yang sama untuk menggerakkan dan membuat minat para pemuda kita untuk berwirausaha yang makin hari semakin tumbuh. Lima program prioritas dan semua kegiatan di Kemenpora ini harus ada parameter yang jelas, kalau tidak jelas kita pastikan coret kegiatan itu,” tutur Zainudin.

Zainudin menambahkan, para generasi muda harus dibekali sejak di sekolah maupun perguruan tinggi semangat dan cita-cita menjadi wirausaha yang berkarakter, agar setelah lulus tidak bertumpu pada orang tetapi menjadi tumpuan orang, tidak mencari kerja tetapi menciptakan lapangan kerja.

Pihaknya pun mendorong dan menumbuhkembangkan kerja sama dengan HIPMI agar bisa berkolaborasi, sehingga tiap tahunnya menghasilkan pengusaha muda atau entrepreneur.

“Kita bisa berkolaborasi dan memandu serta membimbing dalam menyiapkan hal tersebut. Kemenpora tentu tidak bisa sendiri, yang jelas dari ini outputnya, Kemenpora bermaksud mencetak 5.000 wirausaha muda. Indonesia dengan kekayaan alam tapi kita tidak mampu mengolah itu dan tidak ada nilai tambah, maka kita akhirnya akan menemui persoalan di bonus demografi. Ke depan mudah-mudahan kita bisa memetik hasilnya untuk menuju Indonesia emas bisa terwujud,” pungkasnya.

BPP HIPMI Sambut Baik Program Menpora soal Mencetak Pengusaha Muda

HIPMI – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amalimenerima audiensi dari Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Lantai 10, Kemenpora, Jakarta, Rabu (29/7). Pada kesempatan ini, pengurus HIPMI menyampaikan program kerjanya. Ketua Umum BPP HIPMI, Mardani H Maming mengatakan, pihaknya menyambut baik program Menpora RI yang ingin mencetak pengusaha muda.

“Kami berterima kasih kepada Pak Menpora RI yang menyambut HIPMI. Kami menyambut baik program beliau yang mencetak entrepreneur,” katanya. Selain itu, Mardani juga menyampaikan program kerja HIPMI. Dia mengatakan, pihaknya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk merangkul mahasiswa agar bisa menjadi pengusaha.

Salah satu caranya yakni memberikan praktik secara langsung. “HIPMI bekerja sama dengan beberapa pengusaha dan perusahaan untuk hadir di kampus-kampus, yang mana bukan hanya memberikan teori, tetapi praktik juga. Sehingga ketika lulus kuliah mereka tidak kaget dengan dunia usaha yang sebenarnya seperti apa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mardani berharap mahasiswa nantinya setelah lulus kuliah bisa menjadi pengusaha yang sukses. “Kami ingin mereka berani untuk menjadi entrepreneur. Sehingga tadi Pak Menpora tertarik dan respek,” tuturnya

Scroll to top

PROMOSI atau EVENT

image-banner-home6